Minggu, 07 Oktober 2012

UNESCO



Hallo ketemu lagi nih. Malem ini saya mau cerita tentang UNESCO. Weits tunggu dulu, yang saya maksud bukan sebuah organisasi internasional loh. UNESCO yang mau saya ceritain itu singkatan dari Union of Educational Solidarity of Science One. Yap, itu nama kelas XI saya di SMAN Delta. Untuk lambangnya lagi dalam proses. Dan "Unesicon" sebutan buat anggota UNESCO. UNESCO ini lanjutan dari Dienota. Yang ngebedain cuma salah satu anggotanya. Kalau di Dienota kita ada Hamdi yang ngegemesin, di UNESCO ada Glory.

"KOMPAK" itu cita-cita Dienota dan entah kenapa seperti ada suatu penghalang antara anak perempuan dan anak laki-laki. Berbagai cara udah kita lakuin buat nambah kekompakan kita. Inspirator kita adalah kelas X3ME yang "katanya" kompak banget. Oke saya akuin mereka memang kompak banget, dan saya iri ! Dan di UNESCO ini kekompakan itu sudah hampir berada di tangan kita. Aseek..

Oke saya mau kenalin satu persatu para pejabat UNESCO. Hemm...dimulai dari ketua kelas dulu deh. Nama lengkapnya Kevin Satya Gananda. Panggil aja Kevin. Yaa seperti di postingan saya yang dulu, dia juga jadi ketua kelas kita pas kelas X, dan sekarang dia jadi ketua kelas (lagi). Si genius ini menurut saya dia bisa semua pelajaran. Kalau soal MTK sih jangan diragukan. Kalau kalian mau tau Kevin itu orangnya katayak gimana, kata yang lain sih kadang suka nyeremin. Dan saya setuju. (Hehe maaf pak ketua ._.v) Kadang suka bengong sendiri. Mungkin lagi berfikir untuk menemukan rumus baru. (?)

Yang kedua wakil ketua. Nama lengkapnya Rafdian Ramadhan. Kita sering manggil dia Idan. Orangnya gimana ya? Sebenernya kasian sih dia sering di cengin sama anak cowok, tapi dia tetep sabar. Dan saya salut. Ada yang bilang kadang kalau ngomong suka gak nyantai. Yaa kalian bayangin sendiri aja deh.

Selanjutnya sekertaris UNESCO ada 2 yang pertama itu Nadya Evana, panggil aja Nadya. Sekertaris ini jago dibidang Biologi. Kalau mau tanya tentang Biologi dia ahlinya. Saya sama yang lain seneng banget ngebully dia, dan dia gak pernah marah. Prok..prok..prok......

Sekertaris yang ke dua itu  Yea Renata Saraseka. Sebut aja Yea. Yang pertama kali saya inget kalau denger namanya itu suara dia yang lucu. Gimana ya cempreng-cempreng kayak anak kecil gitu deh. Hehe. Dia pengoleksi kalung dan bando. Ckckck.

Yang ketiga itu bendahara. Bendahara UNESCO juga ada 2. Yang pertama itu Usnida Umma Zahra. Biasanya sih kita panggil dia Uus. Ini dia...chairmate saya. Kalau denger nama Uus itu yang pertama keinget itu "soleh" diantara kita sekelas dia ini yang paling alim. Kalau soal pinter, beeh jangan ditanya deh. Dia juga jago MTK.

Bendahara Unesco yang kedua itu Lindawati Setiadi. Ini dia jawara kelas kita. Si pemimpi Jepang ini jago dalam semua pelajaran. Tanpa les pun dia udah bisa ngertiin pelajaran yang dikasih guru. Orangnya lucu dan jago acting.

Oke deh segitu aja ya. Untuk sie-nya saya gak terlalu hapal. Hehe. Sebenernya saya masih mau banyak cerita, tapi udah keburu ngantuk ._.

Jumat, 05 Oktober 2012

Bahan Beracun di Ponsel Semakin Berkurang

Washington (AFP/ANTARA) - Manufaktur ponsel, merespon tekanan dari konsumen dan badan regulator, kini semakin sedikit menggunakan bahan beracun di produk mereka.



Motorola Citrus, Apple iPhone 4S dan LE Remarq muncul sebagai ponsel yang menggunakan sedikit bahan beracun dalam penelitian atas 36 jenis model ponsel yang diluncurkan pada lima tahun terakhir, menurut studi Ecology Center.

Ponsel iPhone 5 yang baru diluncurkan menempati posisi kelima, dan saingannya Samsung Galaxy S III ada di tempat kesembilan, sementara iPhone 2G - generasi pertama iPhone yang diluncurkan pada 2007 - termasuk dalam ponsel yang memiliki bahan beracun terbesar.

"Ponsel itu secara kimiawi intensif, dan penuh dengan zat kimia yang berbahaya, tapi kondisinya semakin membaik," ujar Jeff Gearheart, direktur penelitian di Ecology Center, kepada AFP melalui telepon.

Dalam pernyataannya, Ecology Center menjelaskan kalau "setiap ponsel yang diteliti dalam studi ini mengandung setidaknya salah satu dari zat berbahaya berikut ini: timbal, bromin, klorin, raksa, dan kadmium."

Kandungan berbahaya seperti itu bisa mengakibatkan polusi di berbagai tahapan kehidupan, mulai dari saat bahan-bahan tersebut di ambil dari tanah sampai saat diolah membentuk ponsel dan ketika dibuang, ujar penelitian tersebut.

"Ketertarikan konsumen dengan produk yang lebih sehat mendorong perusahaan merancang dan memproduksi produk yang lebih sehat," ujar Gearheart, yang juga merujuk kontrol yang semakin ketat di Asia dan Eropa untuk bahan berbahaya yang digunakan di peralatan elektronik.

Ecology Center - yang mempublikasikan penemuannya di situs HealthyStuff.org - sebelumnya memeriksan kandungan beracun di mobil, dudukan anak di mobil, perhiasan, selang taman dan produk Halloween.(pt/ml)

-yahoo.com

Minggu, 30 September 2012

Perbedaan dan Persamaan Jaringan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil


Minggu kemarin saya bersama teman-teman di SMAN 8 Tangerang melakukan pengamatan perbedaan dan persamaan antara akar, batang, dan daun antara tumbuhan dikotil dan monokotil. Berikut hasilnya.

Perbedaan dan persamaan struktur batang dikotil dan monokotil
Batang Dikotil
Batang Monokotil
Pada bagian terluar batang terdapat epidermis.
Pada bagian terluar batang terdapat epidermis
Di sebelah dalam epidermis terdapat korteks dan stele.
Di sebelah dalam epidermis terdapat meristem dasar yang pembagiannya belum begitu jelas.
Berkas pembuluh terletak di bagian dalam perisikel, terdiri atas xilem dan floem yang dibatasi oleh kambium.
Berkas pembuluh tersebar pada meristem dasar, dilindungi sarung berkas pengangkut, dan tidak mempunyai kambium.

Perbedaan dan persamaan struktur daun dikotil dan monokotil
Jaringan
Daun Dikotil
Daun Monokotil
Epidermis dan kutikula
Lapisan permukaan atas dan bawah daun.
Lapisan permukaan atas dan daun.
Stomata
Melapisi permukaan atas dan bawah daun.
Berderet di antara urat daun.
Mesofil
Di antara lapisan epidermis atas dan bawah
Pada cekungan di antara urat daun.

KESIMPULAN
1.   Secara umum struktur anatomi akar tersusun atas jaringan epidermis, sistem jaringan dasar berupa korteks, endodermis, dan empulur; serta sistem berkas pembuluh. Pada akar sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem yang tersusun berselang-seling. Struktur anatomi akar tumbuhan monokotil dan dikotil berbeda.

2.  Secara umum batang tersusun atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata, sistem jaringan dasar berupa korteks dan empulur, dan sistem berkas pembuluh yang terdiri atas xilem dan floem. Xilem dan floem tersusun berbeda pada kedua kelas tumbuhan tersebut. Xilem dan floem tersusun melingkar pada tumbuhan dikotil dan tersebar pada tumbuhan monokotil.

3. Daun tumbuhan tersusun atas epidermis yang berkutikula dan terdapat stomata atau trikoma. Sistem jaringan dasar pada daun monokotil dan dikotil dapat dibedakan. Pada tumbuhan dikotil sistem jaringan dasar (mesofil) dapat dibedakan atas jaringan pagar dan bunga karang, tidak demikian halnya pada monokotil khususnya famili Graminae. Sistem berkas pembuluh terdiri atas xilem dan floem yang terdapat pada tulang daun.